Selasa, 15 Maret 2011

Pengalaman Pada Waktu Melahirkan dengan Operasi Caesar




1. Sehari sebelum tanggal yang dijadwalkan untuk operasi, saya sudah ngamar di RS.
2. Cek darah dan direkam grafik detak jantung janin, setiap ada gerakan (tendangan) dari janin, saya memencet tombol yang diberikan suster pada saya.
3. Pada hari ditentukannya operasi, alias esok pagi2nya, saya sdh mandi pada pukul 5 paling lambat. Sebab, setelah itu, pukul 6 saya digantiin baju operasi warna pink muda yang terdiri atas baju atasan dipakai terbalik dan kain bawahan dipakai seperti sarung. Dipasang kateter dan infus. Sakit. Oya, sebelum digantiin baju operasi, saya sempat berjalan-jalan di taman di lingkungan RS.
4. Pukul 7.30, setengah jam sebelum operasi, saya sudah dibawa ke OK dengan brankar. Dan mengantri masuk kamar operasi, hawanya  dingin. Sempat disuruh pindah brankar sendiri, tetapi saya kesusahan, dengan badan hamil besar dan sudah dipasang kateter maupun infus, saya tak kuasa bangun sendiri dan pindah ke brankar meski hanya di sebelah brankar saya. Sampai sebel sama para susternya. Akhirnya bawah badan saya diberi alas dan ditarik bersama-sama ke brankar sebelah.
5. Saya didorong masuk kamar operasi, kacamata saya disuruh copot. Untuk kali kedua saya dipindah posisi lagi. Kali ini ke meja operasi, saat saya ditarik, eh, infus dan kateter saya copot, bukan main sakitnya. Darah berlumuran di tangan kiri saya. Saya sempat bertanya pada suster, kok basah, suster jawab, ya tidak apa-apa nanti dibersihkan. Saya kesal sebenarnya. Tapi saya hanya berdoa semoga pada waktu operasi, semuanya cekatan dan lancar.
6. Mas Sugeng menunggui saya saat operasi. Karena tidak pake kacamata, saya tidak dapat melihat jelas orang-orang yang terlibat tapi rasanya ada satu kakak kelas laki-laki di kedokteran yang bertanya pada saya berapa umur saya, anak keberapa yang akan lahir ini dan berapa pertambahan berat badan saya.
7. Saat operasi, ada kejadian lucu. Mas Sugeng saking deg-degan dan kuatirnya bertanya pada suster tentang monitor detak jantung, disangkanya berhenti. Lha kalo berhenti masa saya tidak bernafas, akhirnya kain yang menutupi bagian atas kepala saya supaya tidak kena dinginnya AC dibuka oleh suster sambil berkata, 'lhaaa tuh, melek kan'.. Waktu itu, sih saya masih gak nyambung, belum menyadari apa maksudnya. Setelah operasi baru saya mengerti setelah tanya pada Mas Sugeng.
8. Waktu dokter Samodra mengerjakan operasi saya, rasanya perut seperti dikitik-kitik. Sebab saya dalam pengaruh bius parsial. Cara membiusnya, sebelum operasi saya disuruh duduk. Dua suster di kanan dan kiri saya mendekap saya, punggung saya disuntik. Pertama kali agak sakit, tapi tidak boleh kaku dan menegang sehingga saya makin didekap oleh dua suster tersebut. Suntikan kedua tidak terasa. Setelah itu kaki jari-jarinya mulai kesemutan, disusul dengan rasa kebas mulai dari jari kaki hingga pinggang. Lucunya, suster mengecek pengaruh bius dengan menyuruh saya mengangkat tumit. Saya jawab tidak bisa, lha tentu saja wong dibius. Salah seorang suster bercanda dengan mengatakan, orang dibius kok disuruh njejek operatore..
9. Operasi berlangsung selama 1 jam, yang paling lama adalah menjahit lukanya. Untuk membuka perut itu adalah hal yang paling cepat dan melahirkan bayi itu hal yang cepat. Dokter mengerjakannya dengan tenang sambil berkelakar dengan asisten-asistennya dan juru rawat.
10. Selesai operasi, saya dipakaikan grito dan kain jarik. Sesudah operasi dokter sempat bercanda bahwa besok saya sudah harus latihan jalan pukul 9 pagi dan sorenya harus sudah ke pasar dekat rumah sakit dan jajan rawon. Belakangan saya baru tahu kalau itu cuma bercanda karena begitu besoknya saya latihan jalan, saya sempoyongan dan mau pingsan. Untung ada ortu, jadi ada yang merawat. Suami saya kan kerja. Oya, sesudah operasi saya dibawa ke ruang pemulihan pasca operasi. Disitu saya menunggu beberapa lama hingga saya didorong kembali ke kamar inap saya.
Yah segini dululah cerita persalinannya. Kalau ada yang kurang, akan saya posting di tulisan berikutnya.   

2 komentar:

  1. mang ngelahirin dimana lyd?
    melahirkan itu kan sebenarnya something special, tp dgn perlakuan suster dan dokter yg merasa ini hal yang biasa jd menurutku agak merusak suasana...walaupun belum pernah melahirkan, tapi aku pernah ngerasain mendapat treatment menakutkan, tp suster2nya ngobrol sendiri2, jd rasanya pgn teriak "hey, i'm on operation here, keep focus!!!", hehehe...

    BalasHapus
  2. aku melahirkan di laval**** , Mee...ini aimee yg tinggalnya dimana yah?? penasaran...

    BalasHapus